lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Dipersimpangan memori nostalgia

0
Degananda.com -

Di jogja, Pedang yang mulai terasah itu menemukan Bidang abstrak yang mampu menumpulkan ketajamannya. Bidang ini memang aneh, bidang tak kasat mata, bidang tak terkontrol meski dengan segala kecerdasan pemberian tuhan yang dimiliki manusia.

Bidang ini mampu membangkitkan dan mereka ulang berbagai bentuk irisan yang menyentuh dan menggengam erat relung jiwa dari pedang tersebut. Bidang yang sangat aneh. Nampak lembut namun tidak bisa disayat, bahkan yang menyayat justru malah rusak!

Einstein berkata, tidak selamannya yang dapat dihitung dapat dihitung , kalau bahasa jakselnya adalah not everything that counts can be counted. Kemungkinan besar pernyataan berlaku pada bidang abstrak ini karena terbukti pedang yang mulai terasah itu tidak bisa menyayat bidang tersebut. Sungguh tidak bisa dilogika.

Jika manusia tidak bisa mengkalkulasi bidang abstrak ini maka hanya satu dzat dialam semesta ini yang mempunyai jawaban atas hal itu. Tuhan – Lima huruf yang dipercayai oleh sebagian orang.

Bidang abstrak yang menggerogoti ketajaman pedang tersebut tak dapat dilogika. Tetapi , tuhan pasti memiliki alasan mengapa menciptakan bidang abstrak tersebut. Tanpa adannya bidang ini, pedang tersebut tak akan pernah diasah lagi bukan? Karena pedang ini akan selalu merasa tajam , selalu merasa dapat menebas segala hal.

Oh tuhan, berikanlah ketetapan iman dan qalbu pada pedang ini… tetap asah, jaga penggunaanya dan jaga ketajamannya hingga pedang ini hilang dari dunia karena diambil kembali oleh pemiliknya, sang maestro ahli penempa pedang.

Persimpangan malioboro,

Jogjakarta tanggal 22 bulan 9 tahun 2018