Selalu ingin mencoba hal - hal yang baru meski penuh resiko dan tantangan yang sulit. "Kain kafan tidak berkantung".

Golang tutorial indonesia – Tipe data : string dan boolean

0
Degananda.com -

Pada ulasan sebelumnya mengenai tipe data kita telah mempelajari float dan integer. Pada bagian kedua mengenai tipe ini akan berfokus pada dua tipe lain yang juga penting dalam kita membuat program dengan menggunakan golang. Tipe data tersebut adalah string dan boolean.

String

String adalah kumpulan dari karakter yang diberuturan membentuk suatu makna tertentu dan memiliki panjang. Contohnya adalah string “degananda” memiliki makna suatu nama dan memiliki panjang 9 karakter. Meski string tidak selalu memiliki makna contohnya “asdasdasdksahld” tidak ada makannya namun setidaknya setiap orang akan memiliki presepsi masing-masing saat melihat nilai string tersebut. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih kata yang ingin ditampilkan.

Literal

Kita dapat membuat string menggunakan literal. Mudahnya, literal adalah nilai yang dimasukan diantara dua buah double quote (“”). Proses seperti ini disebut sebagai literal. Contohnya kita akan membuat “hello world” dengan menggunakan literal

package main

import (
	"fmt"
)

func main() {
	fmt.Println("Hello world")
}

Pada literal hello world diatas terdapat 11 karakter karena spasi dihitung sebagai satu karakter. Umumnya satu karakter akan bernilai 1 byte. Pada golang karakter space, newline ini disebut sebagai white space. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk karakter dari bahasa china yang setiap karakter dapat terdiri dari 1 byte karena memang karakter dalam huruf china sangat rumit.

Cara lain menuliskan literal

Selain menggunakan double quote kita juga dapat menggunakan backtick untuk mendefinisikan suatu string. Contohnya seperti dibawah ini

package main

import (
	"fmt"
)

func main() {
	fmt.Println(`Hello world`)
}

Perbedaan penggunaan doublequote dan backtick pada literal

Menggunakan double quote dan backtick akan sama-sama menampilkan kata hello world diatas. Namun sesungguhnya terdapat perbedaan yakni

double quote dan backtick memiliki mekanisme yang berbeda saat menghandle karakter “special escapes sequences” seperti \t untuk tab dan \n untuk newlines.

Untuk mempermudah pemahaman kita mengenai perbedaan backtick dan double quotes maka langsung saja menggunakan special escapes sequences tersebut dalam literal.

package main

import (
	"fmt"
)

func main() {
	fmt.Println("\t Nama saya degananda ferdian \n Saya suka memancing")
	fmt.Println(`\t Nama saya degananda ferdian \n Saya suka memancing`)
}

saat potongan kode diatas dijalankan akan menghasilkan tampilan seperti dibawah ini pada konsol

sehingga dapat disimpulkan bahwa

  1. Karakter – karakter seperti \t \n atau yang kita kenal sebagai special escapes sequences akan diproses jika kita menggunakan double quotes (“).
  2. Sedangkan jika kita menuliskan literal menggunakan ` backtick maka karakter-karakter seperti \t \n ini tidaka kan diproses alias akan ditampilakn secara mentah-mentah seperti pada gambar diatas.

Boolean

Tipe terahir dalam built in data type pada pemrograman golang (bahasa golang) adalah boolean. Intinnya boolean akan menyimpan data true ataupun false. Boolean ini sangat berguna saat kita melakukan looping yang membutuhkan suatu kondisi true saat dia menjalankan looping ataupun saat membuat if else statement.

Booelan merupakan karakter 1 bit yang dinamai dengna boolean karena ditemukan oleh Geoge boole. Terdapat tiga buah operator yang dapat mengoperasikan boolean

Operator Fungsi
&& AND, untuk melakukan operasi “AND”/dan pada suatu boolean
|| OR, untuk melakukan operasi “OR”/atau pada suatu boolean
! !(tanda seru) untuk menegasikan suatu boolean. Contohnya !false adalah true.

Contoh operasi boolean dalam golang

package main

import (
	"fmt"
)

func main() {
	/*
		Boolean
	*/
	fmt.Println(true && true)
	fmt.Println(true && false)
	fmt.Println(true || false)
	fmt.Println(false && false)
	fmt.Println(!true)
}

kode diatas jika dijalankan akan menghasilkan tampilan pada konsol seperti dibawah ini

jika anda bingung mengapa dapat menghasilkan nilai seperti diatas maka cermati aturan operasi boolean dibawah ini

  • Pada operasi AND, nilai akan bernilai true jika keduannya adalah true. Jika tidak maka sisannya adalah false
  • Pada operasi OR, nilai akan bernilai true jika salah satunnya bernilai true
  • Negasi akan membuat nilai kebalikan dari nilai boolean tersebut. Contohnya negasi dari true(!true) adalah false karena false adalah kebalikan dari true.