lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Mana yang Lebih Penting Kecepatan atau Jumlah Core Processor untuk programming ? vs Jumlah Thread? SSD?

0
Degananda.com -

memilih_processor_untuk_programming_logo_thumb

Jika anda adalah seorang yang sedang mencari laptop ataupun hendak merakit pc untuk keperluan programming tentunnya akan menentukan jenis dan spesifikasi laptop atau pc yang hendak dibeli untuk kebutuhan programming tersebut.

Sebelum menentukan seri processor yang digunakan berdasarkan kecepatan atau jumlah core nya, pastikan untuk selalu menggunakan SSD. Karena proses compile kode pada program sangat dipengaruhi oleh kecepatan storage.

Jika budget atau uang yang dialokasikan untuk membeli laptop atau pc ini terbatas maka Pemilihan spesifikasi ini menjadi sangat penting dan harus diputuskan secara bijak sesuai dengan kebutuhan programming.

Jika anda tidak mempunyai batasan budget atau alokasi uang maka hal ini tidak perlu menjadi masalah. Cukup ambil processor dengan seri terbaru dengan kelas flagshipnya seperti intel dan amd.

Berikut ini adalah beberapa alasan dan statement yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan pemilihan processor yang akan dipilih untuk  spesifikasi laptop dengan kebutuhan programming.

Mana yang Lebih Penting Kecepatan atau Jumlah Core Processor untuk programming ? vs Thread?

Langkah awal untuk menentukan dan memilih processor yang hendak digunakan untuk programming adalah mendefinisikan jenis programming yang akan dilakukan. Karena ini akan mempengaruhi jawaban atas permasalahan tersebut. Setiap kasus akan memiliki jawaban yang berbeda-beda.

Pemilihan processor bagi programmer sangatlah penting karena dapat berpengaruh pada produktivitas saat melakukan pekerjaan.

Simak tabel kesimpulan dibawah ini untuk perbandingan masing-masing jenis pemrograman.
*Saran dibawah ini merupakan opini pribadi.

memilih_processor_untuk_programming.jpg
Saran untuk mempertimbangkan jenis processor pada aktivitas programming berdasarkan jenisnya 

1.Web programming dan desain murni frontend.

frontend_processor.jpg

Web programming yang murni berfokus pada sisi frontend (tampilan website dan estetika desain) tidak membutuhkan processor dengan kecepatan tinggi ataupun jumlah core yang banyak. Hanya berbekal processor dual core (contoh i3) saja kebutuhan web programming dengan fokus pada sisi frontend ini sudah sangat cukup.

Web programming untuk kebutuhan murni estetika desain tidak akan melakukan proses yang membutuhkan multi tasking tinggi karena hanya membutuhkan editor , browser dan satu aplikasi pengolah gambar sehingga jumlah thread bukanlah hal yang perlu dipertimbangkan untuk web programming dengan fokus estetika desain.

2.Programming fullstack backend dan frontend

fullstack_backend_frontend_processor.jpg

Apabila melakukan programming web dengan dua fokus yakni sebagai frontend dan backend, contohnya pada frontend menggunakan angular/react/vue dan sebagai backend menggunakan nodejs maka kebutuhan kekuatan processor lebih diperlukan dibandingkan dengan web programming frontend murni.

Programming fullstack frontend dan backend akan melibatkan banyak sekali aplikasi yang harus dibuka pada satu waktu seperti editor, server, ssh, editor gambar, browser, dam terminal.

Selain itu, backend programming tentunnya akan membutuhkan kemampuan melakukan eksekusi kode secara multi threading untuk proses-proses tertentu seperti data ingestion, transaction, iot dan lain sebagainnya.

Sehingga, untuk kasus programming full stack backend dan frontend maka disarankan untuk memilih processor dengan kecepatan tinggi, jumlah core dan jumlah thread yang cukup banyak. Dengan memilih processor high end, produktivitas dalam mengerjakan kode frontend dan backend akan semakin tinggi karena proses compile dan waktu menjalankan runtime aplikasi yang sangat cepat.

3. Data modelling / AI / Machine Learning

data_modelling_ai_machine_learning_processor.jpg

Apabila project yang dikerjakan adalah untuk membangun model AI(Artificial intelligence) ataupu machine learning maka kemampuan processor akan sangat diperhitungkan. Ini dikarenakan data modelling untuk machine learning akan membutuhkan kemampuan processing yang tinggi.

Sehingga untuk kasus data modelling / AI / Machine learning disarankan memilih processor dengan kecepatan tinggi , jumlah thread dan jumlah core yang besar.

Tetapi perlu di ingat bahwa, jumlah data yang dapat diproses dengan menggunakan personal laptop atau pc akan sangat terbatas. Apabila project yang dikerjakan melibatkan big data maka pemilihan processor ini sudah tidak relevan karena tentunnya model tersebut akan dijalankan pada cloud.

4. 3D programming

3d_programming_processor.jpg

Programming yang melibatkan pembuatan serta manipulasi grafik 3D akan sangat menitik beratkan pada jumlah core dari processor, kecepatan processor serta VGA. Jika 3D programming tersebut menggunakan CPU sebagai komponen utama rendering maka carilah processor dengan jumlah core yang banyak dengan kecepatan yang tinggi. Hal ini untuk mempercepat 3d rendering.

Tetapi apabila pemrograman yang digunakan untuk melakukan 3D programming ini menitikberatkan pada graphic card atau VGA maka tentunnya kesampingkan processor dan fokus untuk memilih VGA highend yang memiliki kecepatan dan kemampuan pemrosesan tinggi.

Sehingga untuk kasus 3d programming ini akan bergantung pada jenis pemrograman yang dilakukan (CPU atau VGA intensive).

5.Programming untuk siswa / murid

jika anda masih belajar pada bangku sekolah, maka tabel-tabel atau saran diatas tidaklah penting. Apapun jenis kegiatan programming untuk pelajar sudah sangat cukup dengan hanya processor dual core.

Kesimpulan

memilih processor untuk kegiatan programming akan sangat bergantung pada jenis pemrograman yang dilakukan sehingga tidak dapat disamaratakan kebutuhan kemampuan processornya.

Pilihlah processor dengan bijak agar tidak membuang uang yang akan dialokasikan.

(Visited 39 times, 2 visits today)
Please follow and like us:

Leave a Reply