lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Manajemen resiko – risk vs uncertainity

0
Degananda.com -

Risk vs Uncertainity

Parameter Risk Uncertainity
Outcome Di Ketahui Di Ketahui
Probabilitas / kemungkinan terjadi Di Ketahui Tidak Diketahui
Berdasarkan definisi berdasarkan Cambridge directory Kemungkinan dari sesuatu yang buruk / hal buruk) terjadi Situasi / kondisi yang mana hal-hal yang terkait dengan situasi tersebut tidak diketahui atau tidak pasti

Mengapa risk dapat di ukur ? karena risk atau resiko dapat dibedakan dalam berbagai jenis atau dapat digolongkan. Tujuannya melakukan penggoloangan ini adalah agar impact dari resiko ini dapat terukur sehingga mudah untuk diberikan skala prioritas. Outcome yang lebih lanjut adalah para pengambil keputusan(pemimpin perusahaan) atau risk manager dapat mengambil keputusan yang tepat terkait dengan resiko-resiko yang ada berdasarkan prioritas yang sudah ada.

Kesimpulan : Berdasarkan beberapa poin perbedaan antara risk dengan uncertainity dapat disimpulkan bahwa, risk adalah uncertainity yang terukur.

Jenis – jenis resiko

  1. Resiko Hazard / hazard risk
    Resiko yang hanya akan menghasilkan dampak negative
  2. Control Risk
    Resiko mengenai ketidak pastian dari hasil suatu project
  3. Oppurtinity Risk

Mengapa resiko terjadi pada suatu instansi ataupun project ?

  1. Ilmu yang terbatas terkait dengan peremalan dimasa depan
  2. Asumsi saat melakukan perencanaan project dapat meleset (misalkan pada saat mengestimasi jumlah orang / programmer yang mengerjakan project )
  3. Dinamika POLITIK dalam artian pihak-pihak yang berkerjasama dengan kita bisa saja melakukan manuver untuk memutuskan kontrak kerja (misalnya perubahan harga , harga yang disepakati diawal tidak sama dengan harga RIIL karena berbagai macam variable ).
  4. Perubahan kebijakan pemerintah ( misalnya kenaikan harga BBM, seharusnya kenaikan harga BBM sudah harus masuk kedalam kontrak kerja saat bermitra dengan pihak tertentu ).

Sehingga, resiko dapat terjadi disebuah project, dalam suatu rangkaian manajemen PDCI (plan -> do -> check -> improvement ). Rantai yang paling awal adalah Plan. Proses plan atau perencanaan selalau dipenuhi dengan asumsi-asumsi yang didapatkan dari referensi tertentu atau bahkan dari TACIT knowledge project manager tersebut. Sehingga, asumsi=asumsi ini dapat meleset sehingga dapat menimbulkan dampak negative terhadap keberlanjutan project. Ketika resiko muncul saat tahap PLAN yang mana hal tersebut adalah rantai paling dasar , dapat menyebabkan resiko di rantai-rantai selanjutnya.

Risk breakdown structure

berikut adalah contoh kasus pada implementasi fingerprint di suatu kampus