lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Mengenal Apakah Itu Edge Computing?

0
Degananda.com -

edge_computing_iot_thumb

Edge computing adalah sebuah paradigma (konsep) komputasi yang bertujuan untuk mendekatkan lokasi komputasi pada sumber data dengan media tempat penyimpanan data (data storage).

Keungguhalan dari konsep edge computing adalah meningkatkan responsivitas dari komputasi dengan cara mengurangi latensi(jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan komputasi) serta menghemat alokasi bandwidth outbound.

Edge computing sangat erat kaitannya dengan konsep internet of things yang mana device yang ditanam sensor-sensor IoT akan menangkap data telemetri dari suatu entitas (contohnya seperti sensor pengukur suhu mesin pada mobil/motor) dan kemudian device tersebut akan mentransmisikan data telemetri tersebut ke internet.

awalnya konsep edge computing diperkenalkan pada tahun 1990 dengan implementasi sebagai CDN(content delivery network) kemudian lambat laun diadopsi pada implementasi internet of things.

Mengenal Apakah Itu Edge Computing?

Konsep data transmisi pada IoT secara transisional (Non edge computing)

komputasi_iot_tradisional_non_edge.jpg
alur pertukaran data telemetri pada konsep iot non edge computing (tradisional)

Devices yang memiliki sensor-sensor iot akan mengumpulkan data telemetri pada suatu entitas (data gathering). Sebagai contoh, pada kasus otomotif, maka devices ini akan menggunakan sensor pengukur suhu mesin yang setiap menitnya akan mencatat suhu mesin mobil tersebut.


data suhu mesin pada waktu tertentu tersebutlah yang disebut dengan data telemetri (data dari sensor iot). Kemudian, data mentah telemetri tersebut akan dikirimkan ke cloud hub melalui internet dengan berbagai jenis protokol (http/mqtt/udp/tcp dan lain sebagainnya).

Setelah data mentah telemetri diterima oleh cloud hub, kemudian data tersebut akan diambil (streaming/cold-path post processing) oleh cloud services yang dapat berupa realtime stream analytics ataupun machine learning pada ahirnya akan menghasilkan business insight dari proses pengolahan data telemetri tersebut.

konsep seperti lah yang mengakibatkan cloud service membutuhkan alokasi resource (sumber daya) yang sangat besar dikarenakan cloud services memiliki tanggung jawab untuk mengolah seluruh data telemetri mentah.

 Sumber daya besar = banyak uang(IDR) yang harus dialokasikan

Contohnya data suhu mesin yang didapatkan dari sensor iot mencatatkan suhu 102 derajat celcius pada pukul 8 malam. Kemudian, cloud services akan mengolah data tersebut dengan menggunakan aturan-aturan pada operasional bisnis. Inilah yang disebut dengan cloud computing (komputasi tradisional pada IoT)

cloud_computing_iot_tradisional.jpg
proses analytics dilakukan pada cloud services.

Maka dapat disimupulkan bahwa pada pukul 8 malam mobil tersebut mengalami over temperature sehingga besok harus dilakukan pengecekan mesin. Proses inilah yang disebut sebagai pengolahan data mentah telemetri menjadi business insight (informasi penunjang bisnis).

konsep cloud computing inilah yang coba di hindari dalam bidang IoT untuk mengurangi sumber daya yang dibutuhkan serta mempercepat proses komputasi dengan cara implementasi edge computing.

Konsep data transmisi pada IoT secara edge computing

cloud_computing_iot_dengan_edge_computing.jpg
alur pertukaran data telemetri pada konsep iot edge computing.

pada konsep edge computing, proses analytics / komputasi terhadap data telemetri mentah akan dilakukan pada level device. Device tersebut akan memiliki modul edge yang dapat di implementasikan dengan container (misalkan docker) dan akan bertugas untuk mengolah data telemetri menjadi business insight. Hal inilah yang disebut dengan edge computing. Mendekatkan komputasi(proses penggalian business insight dari data telemetri mentah) dengan sumber data(sensor iot).

proses_analytics_pada_edge_computing.jpg
proses analytics dilakukan pada edge computing

Sehingga, alur proses analytics yang ada pada edge computing 180′ berbeda dengan proses analytics pada cloud computing. Pada sisi cloud hanya akan menerima business insight. Meskipun, pada kebutuhan bisnis tertentu, data telemetri mentahnya juga masih akan tetap dikirimkan ke cloud tetapi hanya untuk proses cold path.

Kesimpulan


Penggunaan edge computing dalam dunia IoT dapat memberikan beberapa keuntungan yang dapat dipertimbangkan dalam suatu bisnis yakni :

  • meningkatkan kemampuan komputasi data telemetri mentah, sehingga user dapat secara cepat mendapatkan business insight.
  • mengurangi alokasi cloud resources (sumber daya pada komputasi awan) = hemat biaya. Penghematan resources yang dilakukan akan mencakup seperti : jumlah CPU, besaran Memori/RAM, besaran GPU ataupun ukuran storage) karena komputasi dilakukan pada level devices.

namun di sisi lain edge computing juga memiliki kelamahan.

  • membutuhkan konsep pengamanan data yang lebih ekstra dibandingkan cloud computing karena analytics dilakukan pada level devices.
  • meningkatkan kompleksitas project karena devices harus memiliki module edge yang dapat secara langsung terhubung dengan cloud services.

pada ahirnya, penggunaan edge computing akan selalu kembali pada jenis project yang dilakukan. Apabila project tersebut melibatkan data yang sangat massive, maka edge computing dapat dipertimbangkan sebagai langkah untuk memangkas biaya pada cloud services.

apabila arsitektur yang di usung adalah serverless iot, maka edge computing dapat menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan karena tidak memerlukan server untuk pemrosesan data di cloud.

Namun sebaliknya, apabila project tersebut hanya melibatkan data telemtri yang relatif kecil serta hanya melibatkan beberapa puluh iot devices maka penggunaan edge computing dapat di tiadakan karena cloud services masih dapat menghandle data tersebut secara efisien di cloud.

 

(Visited 35 times, 1 visits today)
Please follow and like us:

Leave a Reply