lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Mengenal Azure Internet of Things – IoT Indonesia

0
Degananda.com -

azure-iot-pengenalan

Apa itu Azure Internet of Things (IoT)

Microsoft Azure IoT adalah kumpulan komponen azure atau services azure yang digunakan untuk membangun sistem cloud untuk menghubungkan (connect), mengawasi (monitoring),  serta mengelola (control) ribuan asset IoT.

Terdapat 8 Services azure yang berhubungan dengan IoT

Contoh asset IoT di sini adalah gps tracking dongle, raspberry pi untuk memonitor suhu ruangan, smartphone dan lain sebagainnya.

Sehingga secara definisi singkatnya Solusi IoT menhubungkan (komunikasi dua arah utamanya untuk pertukaran data) antara satu atauf lebih IoT Device ke suatu sistem backend yang berjalan pada sistem komputasia awan (cloud)

Komponen yang Ada pada Solusi IoT (internet of things)

1.Devices (IoT devices)

Komponen pertama dalam solusi IoT adalah devices yakni secara singkatnya adalah suatu circuit board yang ditanamkan satu atau lebih sensor kemudian di hubungkan ke internet. Contohnya adalah GPS tracker untuk mobil / motor yang dalam setiap periode waktu teretentu secara otomatis mengirimkan lokasi koordinat (latitude dan longitude) kendaraan.

Selain itu raspberry pi juga merupakan IoT devices yang saat ini sangat populer. Pada raspberry pi ini, berbagai macam jenis sensor dapat ditanamkan yang kemudian data – data yang dapat diambil oleh sensor tersebut akan di kirimkan ke backend service melalui internet.

Microsoft azure sendiri juga memiliki daftar iot devices yang telah ter-sertifikasi.

Microsoft Azure memberikan IoT Devices SDK (Software development kit) yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi yang akan berjalan pada iot devices untuk terhubung(mengirimkan data telemetry dari device ke Azure Iothub atau sebaliknya) dengan azue iot services.

https://docs.microsoft.com/en-us/azure/iot-hub/iot-hub-devguide-sdks

IoT Device SDK ini tidak wajib untuk digunakan mengingat tanpa Devices SDK Pun device tetap dapat terhubung dengan azure IoTHub dengan protokol Https ataupun MQTT.

2.Sarana Komunikasi

device-to-cloud.jpgIoT Device dapat berkomunikasi dengan backend service yang terdapat pada cloud dalam dua arah(device 2 cloud & cloud 2 device). Artinnya, IoT Device dapat mengirmkan data ke backend service dan juga backend service dapat mengirimkan data ke IoT Device. Data yang dikirim akan direspon sesuai dengan jenis aktivitasnya.

Contohnya dalam kasus IoT pada kendaraan, truck yang terpasang dengan GPS Tracking devices akan mengirimkan koordinasi posisi truck setiap 5 menit ke Azure IoThub(device 2 cloud).

Selain itu, dari backend service juga dapat mengirimkan perintah ke GPS tracking misalnya untuk mengubah konfigurasi pengiriman data yang mulannya setiap 5 menit menjadi tiap 1 menit.

Bentuk aktivitas komunikasi dua arah ini (D2C atau C2D) didapat dibuat dengan menggunakan Azure IoT Devices SDK.

3. Koneksi

iot-connection.jpg

Secara harfiah koneksi berarti hubungan antara dua entitas. Dalam kasus Solusi IoT koneksi merupakan cara berhubungan antara devices dengan backend services. Tentunnya IoT devices akan berkomunikasi dengan backend services dengan menggunakan internet.

Tetapi yang perlu diperhatikan adalah limitasi yang terdapat pada IoT devices. Bentuk limitasi ini akan sangat bergantung pada jenis dari IoT Devices tersebut. Contoh bentuk limitasi dari IoT devices adalah

  • Terbatasnya power resource (Ram & CPU) terbatas. Inilah mengapa terdapat solusi Edge computing yang memindahkan analisa telemetry yang sebelumnya dilakukan pada level cloud berpindah ke level devices. Meskipun power resource didevices terbatas tetapi ini dapat mengurangi biaya analisa di cloud service.
  • Tidak ada operator yang mengoperasikan devices tersebut, contoh dalam contoh kasus ini adalah GPS Tracker. Devices tersebut akan tertanam pada mobil.
  • Ketersediaan internet yang sangat terbatas. Bila IoT devices tersebut digunakan secara mobile (misal GPS tracker) maka akan ada masa dimana kendaraan yang menggunakan gps tracker tersebut akan memasuki lokasi dengan sinyal internet rendah (basement, hutan, pegunungan dan lain sebagainnya.
  • Konfigurasi yang hanya memungkinkan lewat backend services (contohnya melalui perintah command), IoT Device tidak dapat dikonfigurasi dengan menggunakan kabel.
  • Untuk IoT mobility devices / devices yang dipasangkan ke kendaraan bergerak dalam jarak tinggi, akses terhadap devices tersebut akan sangat mahal mengingat sering kali di bawa ke daerah yang terisolasi (mining site) sehingag konfigrarais

atas dasar limitasi koneksi itulah sehingga dalam membangun solusi IoT perlu diperhatikan terkait hal-hal yang dapat menghambat komunikasi antara IoT devices dan internet. Sebagai contoh untuk mengatasi sinyal internet yang lemah dapat dilakukan dengan menggunakan metode dibawah ini

  1. menggunakan koneksi 2G mengingat tingkat ketersediaanya lebih baik(tergantung negara &lokasi)
  2. menggunakan dual SIM pada devices, sehingga ketika satu SIM tidak mendapatkan sinyal dapat langsung berpindah ke SIM kedua (provider SIM kedua).

4.Backend services

backend_services.jpg

Tugas utama backend services adalah untuk menerima data telemetry yang di kirimkan oleh IoT devices untuk kemudian diolah dan digunakan sebagai penunjang bisnis. Selain itu, Contoh fungsi backend services disini adalah sebagai berikut ini

  • menerima data telemetry dari ioT devices – device to cloud (D2C)
  • Mengirimkan perintah(Command) – cloud to device (C2D)
  • Menyimpan data telemetry dari IoT device ke dataware house/database.
  • Melakukan visualisasi realtime terhadap data realtime.
  • Melakukan provisioning (pendaftaran) terhadap IoT devices yang di izinkan untuk mengirimkan data telemetry ke backend services. Devices yang tidak terdaftar/terprovision tidak akan dapat mengirimkan data ke backend services.

Pada intinnya backend service ini akan mengatur bagaimana data telemetry yang di kirimkan dari IoT devices akan digunakan oleh end user (data ingestion pipeline).

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)
Please follow and like us:

Leave a Reply