lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Mengenal drupal theme dan teknologi yang digunakan dalam membuat tema.

0
Degananda.com -

Theme atau biasa kita menyebutnya sebagai tema. Secara umum pengertian paling singkat dari tema adalah representasi dari konten website kita(drupal). Contohnya kita ingin merepresentasikan konten kita dalam bentuk list dengan dominan warna hitam dengan tulisan berwarna putih. Hal yang demikian inilah yang kita sebut sebagai tema.

Tema yang akan kita buat akan sangat berkaitkan dengan kebutuhan(requirement). Contohnya jika kebutuhannya adalah untuk membuat portal yang menampilkan video seperti youtube maka kita harus menggunakan tema yang cocok untuk menampilkan video. Misalnya dengan menampilkannya secara grid seperti pada halaman utama youtube.

Keterbatasan tema yang tidak selalu sesuai dengan permintaan client atau kebutuhan bisnis membuat kita harus bisa melakukan customisasi tema. Drupal adalah salah satu CMS yang temannya dapat kita lakukan modifikasi ataupun membuat ulang dari scratch layaknya pada CMS wordpress.

Komponen tema

Tema pada drupal disusun oleh banyak sekali komponen. Contohnya seperti CSS (Cassading stylesheet), javascript , dan HTML. Untuk dapat membuat tema drupal dengan baik , maka setidaknya kita telah familair dengan tiga jenis teknologi tersebut. Ketiga komponen tadi tergolong dalam teknologi “frontend”. Dari sisi server (“backend”) tentunnya dalam membuat tema drupal kita harus menggunakan PHP(hypertext preprocessor) untuk menuliskan logic yang dipakai dari tema tersebut.

Contoh logic sederhana adalah ketika kita hanya ingin menampilkan menu pada sidebar pada user tertentu maka disinilah kita memerlukan fungsi logic dari php yang akan terhubung dengan session yang sedang login. Masih banyak kasus-kasus lain yang mengharuskan kita menggunakan php terutama menyangkut fungsi – fungsi berikut ini

  1. Pengambilan data dari web services (jika menggunakan API).
  2. Koneksi ke database secara langsung, meski sangat jarang kita temui model arsitektur seperti ini untuk zaman sekarang karena hampir semua API Based(tier-3) untuk meningkatkan modularitas.
  3. Ajax request. Ya anda tidak salah, selama ini mungkin kita tahu bahwa ajax hanya dapat kita tuliskan di javascript. Tetapi didrupal, kita dapat menuliskannya di file php yang nantinnya akan diubah ke baris kode javascript secara otomatis.
  4. Controller. Jika anda telah familiar dengan model MVC maka php sangat berperan penting dalam melakukan fungsi control yang paling sederhana adalah terkait handling $_GET dalam routing.
  5. Form Control. Untuk mendapatkan nilai dari suatu form maka kita memerlukan handling pada fungsi $_POST.

Itu lah beberapa kegunaan php dalam pembuatan tema dari drupal sehingga tidak hanya menggunakan teknologi frontend seperti javascript, html dan css namun juga menggunakan php sebagai logic dari tema tersebut.

Appearances Interface

Untuk mengatur konten yang akan ditampilkan di tema kita juga dapat dilakukan melalui web admin (selain melakukan hard coding dengan php/javascripte tentunnya). Silahkan login dengan akun admin dan menuju ke halaman berikut ini

admin/appearance

terdapat dua buah submenu pada menu apperance ini, yakni

  1. List
  2. Settings (personalisasi tiap tema, unik per tema)

List (theme)

pada bagian ini kita dapat memilih tema yang kita gunakan didrupal.

Secara default akan terdapat dua buah tema core yang ada pada drupal ini yaitu bartik dan seven. Anda juga dapat mengunduh tema-tema drupal yang telah buat oleh komunitas yang free ataupun berbayar di internet. Untuk list lengkapnya anda dapat mengunjungi link dibawah ini

https://www.drupal.org/project/themes

Settings : Personalisasi tema

setiap tema yang ada didalam sub menu “list” memiliki konfigurasi personalisasi tersendiri. Tidak semua tema memiliki fitur yang sama. Contohnya pada tema bartik kita dapat mengatur warna (color scheme) Seperti terlihat digambar dibawah ini

untuk dapat mengakses menu personalisasi tema tersebut anda cukup klik “settings” pada list theme.

untuk tema seven kita tidak akan menjumpai color wheel untuk mengatur color scheme dari tema bartik namun akan terdapat konfigurasi yang dapat kita gunakan untuk mengatur konten apa yang akan kita tampilkan. Contohnya kita tidak ingin ada profile picture yang muncul di post kita (lihat gambar dibawah ini).

Kesimpulan

  • Untuk dapat membuat tema drupal kita memerlukan teknologi frontend dan backend
  • Setiap tema yang available untuk kita gunakan dapat diakses di admin/appearance
  • Kita dapat mengunduh tema yang dibuat oleh komunitas baik yang free maupun premium di https://www.drupal.org/project/themes
  • Setiap tema memiliki settings personalisasi tersendiri. Contoh diatas tema seven tidak support konfigurasi color scheme namun bartik juga tidak support konfigurasi untuk melakukan manajemen konten seperti seven.

Personalisasi di setiap tema akan tergantung dari orang yang membuat tema tersebut. Oleh karena itu , jika ingin personalisasi yang lengkap dan dapat memenuhi kebutuhan bisnis maka lebih baik membuat tema sendiri. Itulah goal dari ulasan mengenai drupal diblog ini