lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Mengenal struktur project file dari drupal 8

0
Degananda.com -

Pada project drupal 8 memiliki berbagai folder dan file didalamnya. Terdapat tiga buah folder yang sangat utama yakni

  1. Core
  2. Module
  3. Sites

File konfigurasi utama yang dibutuhkan oleh drupal berada di bagian Core. Dalam melakukan modifikasi tema kita akan jarang sekali mengubah isi dari folder Core ini. Folder module kali ini akan menyimpan modul non bawaan default dari drupal. Contohnya ketika kita hendak membuat custom module maka file dan folder terkait custom module tersebut harus kita diletakan disini. Folder sites menyimpan konfigurasi instances dari drupal. Contohnya profile installasi, database yang kita gunakan, dan lain sebagainnya.

Core

terdapat berbagai folder dan file didalam core. Secara garis besar ini adalah fungsi dari masing-masing folder yang ada didalam core.

  1. Assets, berfungsi untuk menyimpan external library namun secara default digunakan oleh drupal. Contoh library yang masuk disini adalah bootstrap , jquery, modernizr.
  2. Config, menyimpan konfigurasi mengenai schema serta keperluan installasi.
  3. Includes, bertugas menyimpan file yang berhubungan dengna fungsionalitas drupal.
  4. Lib, class utama dari drupal
  5. Misc, beberapa libraries yang dibuat oleh drupal yang digunakan dalam core.
  6. Modules, modul bawaan (anda dapat cek modul bawaan di admin/extend) dari drupal. Modul custom akan tersimpan difolder terpisah yakni pada folder “modules” (diluar core folder)
  7. Profiles, Terkait dengan profil installasi.
  8. Test, file yang berguna untuk melakukan testing pada drupal (unit test,dan lain sebagainnya).
  9. Themes, tema-tema bawaan drupal. Untuk tema yang kita buat sendiri ataupun download dari internet akan terletak di folder “themes” (diluar core folder)

Modules

Secara default isi dari folder ini KOSONG. hanya terdapat readme.txt

Folder ini kosong karnea diperuntukan untuk custom module serta contributed module. Jika kita membuat module disini dan dengan memberikan informasi yang tepat (info.yml) maka drupal akan secara otomatis mengenali module tersebut.

Module Best practices

Secara best practice yang disaranakan oleh drupal didalam folder “modules” ini akan kita buat dua buah folder yakni contrib dan custom. Folder contrib berguna untuk menyimpan module 3rd party yang kita gunakan diproject (bukan bawaan dari drupal). Anda dapat mendapatkan contributed module disini

https://www.drupal.org/project/project_module

sedangkan folder custom diperuntukan untuk menyimpan custom module yang kita buat. Sehingga struktur folder modules berdasarkan best practices diatas adalah sebagai berikut ini

Sites

Menyimpan konfigurasi instances. Drupal dapat kita install diberbagai web server yang berbeda. Tiap instances di web server tersebut akan diatur dalam folder sites ini.

Contoh lain kegunaan folder sites adalah mengatur mekanisme drupal dalam menglola cache, aggregation file yang biasannya akan kita atur untuk mengubah drupal menjadi mode dev ataupun prod. Dengan konfigurasi prod dalam folder sites ini dapat meningkatkan performa dari drupal secara signifikan. Terimakasih pada fitur cache dan aggregation dari drupal. Namun kedua fitur tersebut jangan digunakan saat project masih dalam kondisi dev karena akan sangat merepotkan harus melakukan clear cache setiap melakukan perubahan.

Other folder

Selain ketiga folder tersebut terdapat folder serta file lain yang terdapat pada drupal yang juga tidak kalah penting dibandingkan dengan tiga folder tadi.

Themes

Folder themes (diluar folder core) adalah folder yang digunakan untuk menyimpan themes yang akan kita buat(custom theme). Secara default folder ini akan kosong dan hanya berisi readme.txt seperti halnya pada folder modules.

theme default dari drupal akan disimpan di /core/themes. Sehingga disini akan murni untuk menyimpan custom theme baik yang kita buat ataupun dari internet (3rd party a.k.a contributed).