lifelong learner — urip iku urup, currently working on accenture.

Sikap yang Harus di Hindari oleh Developer dalam Software Development

0
Degananda.com -
attitude_thumb_software_engineering
attidude (sikap) >>>>> hard skill (kemampuan teknis)

Sebagai seorang programmer atau software developer, kemampuan hardskill dalam pemrograman(tingkat penguasaan) memanglah sangat penting. Tetapi, disamping itu, kemampuan bersosialisasi dan sikap terhadap anggota tim lainnya juga merupakan hal yang sama pentingnya.

Bisa di ibaratkan keduannya seperti sayur dan garam tidak bisa dipisahkan. Memiliki tingkat penguasaan tinggi terhadap bahasa pemrograman tanpa dibarengi dengan sikap yang baik dapat menimbulkan masalah dengan tim

Seorang software engineer yang ideal diharsuskan memiliki kemampuan hardskill yang baik dan di imbangi dengan sikap (attitude) yang baik juga. Karena software engineering tidak hanya melibatkan kode, tetapi juga bagaimana tim tersebut menyelesaikan masalah(bukan hanya masalah teknis yang dihadapi pada saat project.

Sikap yang Harus di Hindari dalam Software Development

Sikap buruk 1 – hanya dingin melakukan coding di kantor, tidak ingin melakukan hal lain selain coding diluar kantor

software_engineering_hobby.JPG

memang, lumrah apabila seorang developer hanya ingin melakukan coding dan menyelesaikan tugasnya pada kantor dari jam 8 pagi – 5 sore. Hal itu wajar karena memang tugas utama seorang developer adalah mengubah kebutuhan bisnis menjadi solusi dengan melakukan coding untuk perusahaan sesuai dengan kontrak waktu bekerja.

Terkadang, dalam menyelesaikan suatu masalah teknis, diperlukan untuk mengalokasikan waktu lebih dari 8 jam kerja.

Namun, pada dunia software engineering, tidak semua masalah teknis dapat diatasi dengan cepat. Terutama pada teknologi-teknologi baru yang tidak dikuasai sebelumnya. Sehingga, tidak cukup untuk mengalokasikan 8 jam sehari (pada saat office hour) saja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

passion sangat diperlukan dalam dunia software engineering terutama coding karena terdapat banyak sekali halang lintang yang akan dihadapi dan membutuhkan banyak waktu(lebih dari office hour) untuk menyelesaikannya.

Sehingga, yang paling ideal adalah membuat pekerjaan software engineering (dalam kasus ini adalah coding) bukan lah sebuah pekerjaan, Melainkan menjadi suatu hobby yang mana disetiap kondisi apapun akan selalu senang dan bersemangat untuk menyelesaikan permasalahan coding.

Teknologi pada software engineering terus berkembang secara cepat, waktu kosong diluar office hour harus disempatkan untuk mengasah kemampuan agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi di dunia software engineering

Sikap buruk 2 – Selalu menggunakan referensi tutorial

stackoveflow_referensi_coding_menyelsaikan_problem_coding.JPG
stackoverflow sangat populer sebagai referensi menyelesaikan masalah teeknis coding

Memang wajar, apabila kita mendapatkan hambatan dalam pekerjaan untuk meminta referensi link tutorial atas permasalahan tersebut. Terkadang dengan hanya bermodalkan video youtube dan stackoverflow, suatu permasalahan teknis coding dapat diselesaikan.

dokumentasi_resmi_nodejs.JPG
membaca dokumentasi teknologi akan sangat baik untuk memahami teknologi tersebut dan akan meningkatn kemampuan analytical.

terdapat alternatif dalam mencari referensi, yakni dengan membaca dokumentasi teknologi tersebut di halaman resmi. Ini akan membuat developer lebih familiar dengan teknologi yang digunakannya.

Namun, yang berbahaya adalah apabila hal diatas menjadi suatu kebiasaan dalam menyelesaikan masalah. Hal ini akan mengurangi kemampuan analytical yang dimiliki oleh developer. Sebelum mencari referensi pemecahan, disarankan untuk mencoba memecahkannya terlebih dahulu. Apabila memang mentok, barulah mencari referensi penyelesaian di google ataupun stackoverflow.

Sikap buruk 3 – Ingin selalu belajar bahasa pemrograman lain

jack_of_all-trades_master_of_nothing.JPG

Menguasai berbagai jenis bahasa pemrograman pada tingkat tertentu memang menjadi hal yang baik terutama untuk menjaga skill yang dimiliki tetap mengikuti perkembangan teknologi di software engineering.

mengetahui banyak bahasa pemrograman akan menjadikan kita faham banyak hal tanpa menguasai salah satu dari hal tersebut. jack of trades, master of nothing.

hal ini memang, bergantung dari filosofi developer tersebut. Namun, lebih baik telah menguasai satu bahasa pemrograman (paling tidak frontend, backend dan database) sebelum memutuskan untuk mempelajari bahasa pemrograman lainnya. Paling tidak, telah memiliki satu spesialisasi.

Sikap buruk 4 – Selalu mengeluh tentang scope pekerjaan.

scope_pekerjaan_tidak_ingin_campuri_pekerjaan_sebelumnya.JPG

Memang benar bahwa, dalam bekerja kita haruslah fokus pada tugas yang diberikan sehingga dapat memenuhi deadline yang diberikan.

Pastikan selalu menyelesaikan tugas tersebut, meski pada tugas itu ada bagian-bagian yang dikerjakan oleh developer sebelumnya. Kerjakan tugas yang di berikan dan perbaiki kode developer sebelumnya (jika bermasalah)

Tetapi, terkadang dalam menyelesaikan permasalahan coding, kita akan bergantung pada kode-kode yang dibuat oleh developer lain. Jangan sampai mengatakan bahwa kode yang dibuat oleh orang lain bukanlah tanggung jawab kita. Ini akan menghambat tim! serta menimbulkan banyak masalah.

Sikap buruk 5 – Terlalu idealis, ingin membangun semua dari 0

from_scratch_develpoment.JPG

istilah development from scratch sudah tidak asing lagi bagi seorang developer. Memang ketika membangun aplikasi yang 100% dibangun dari hasil kode sendiri akan membuat suatu kebangaan. Tanpa framework, tanpa library.

dont re-invent the wheel!. Gunakan yang sudah ada dan optimasi

Namun, di sisi lain, sikap idealis seperti ini akan menghambat project itu sendiri padahal sebelumnya telah ada framework atau library yang dapat digunakan dalam project tersebut.

Apabila project dibangun tanpa menggunakan framework standar, maka dapat dipastikan kedepannya project tersebut akan menjadi sangat tidak terstruktur dan kemungkinan besar akan menghadapi masalah dalam development!, terlebih lagi apabila ini ada project enterprise.

Penggunaan framework standar akan memudahkan developer lain untuk memahami project karena struktur kode menggunakan standar industri yang ada.

jika ingin membuat framework atau library sendiri untuk mengasah skill, maka lakukanlah diluar pekerjaan. Dapat dilakukan di weekend atau pada saat non office hour.

(Visited 4 times, 1 visits today)
Please follow and like us:

Leave a Reply